Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Scratch’ Category

Ssst… Angeline sedang tidur
Jangan berisik, supaya dia tidak terusik
Angeline lelah
Biarkan dia tidur dikelilingi bidadari-bidadari yang ramah

Ssst… Angeline sedang tidur
Dia mendekap kebenaran dan sedang bercerita pada Tuhan
Angeline tahu
Kepada siapa dia seharusnya bertutur

Ssst… Angeline sedang tidur
Tak udah dibangunkan
Bisikkan saja, “Kami menyayangimu, Angeline”

Dan kita akan kembali melihat
Seuntai mutiara di wajah bening itu

Advertisements

Read Full Post »

Telaga Cinta

izinkan aku bicara tentang cinta

bahwa cinta adalah sebuah telaga

airnya diam, tak mengalir

tak akan berkurang

sebab hujan senantiasa memberi

kelak kita akan duduk-duduk di depan telaga

berdua saja

mengenang, tertawa, menangis

karena cinta

Sebuah kado buat Kiara

Gambar diculik dari weheartit

Read Full Post »

Impian Siang Bolong

Barangkali awan bukan sekadar kapas putih
yang ditempel di langit biru.

Awan adalah seorang laki-laki
yang hendak menemui kekasihnya di bumi.
Mereka menjalin cinta tanpa restu matahari.
Kencan pun dilakukan sembunyi-sembunyi di siang hari.

Awan yang hendak ngapel merayap perlahan,
takut ketahuan matahari.
Saat matahari menaruh curiga,
penyamaran pun dilakukan.
Awan menjelma domba, mobil, kepala kakek berjanggut.

Namun matahari tak bisa dibohongi.
Amarah menguap tanpa terkendali.
Panas angkasa membuat awan sirna.
Dia tak pernah sampai pada kekasihnya.

Ah, kenapa kau tak ngapel malam-malam saja?
Saat bulan mengganti matahari.
Barangkali bulan cukup bijak
menanggapi kisah cintamu.

Samar-samar kudengar suara:
“Karena saat malam, awan tak rupawan.
Wajahnya hitam seperti dicoreng arang.
Kekasihnya tak sudi mengakuinya.”

Berarti awan salah pilih kekasih, pikirku.
Seharusnya dia memilihku saja.
Aku akan mencintai awan selalu.
Tak peduli siang ataupun malam.

Tapi awan tak pernah mencintaiku.
Pun dia tak tahu aku selalu memperhatikannya.
Awan hanya melintas di atas atap rumahku
tanpa pernah memanggil namaku.

Jadi, buat apa juga aku mengasihani awan?
Kalau dia tak memberi hati padaku.
Maka kutinggalkan impian itu dan kubuka mata.
Di hadapanku adalah seorang laki-laki
yang sudah menempuh perjalanan jauh
demi menyadarkanku dari sebuah mimpi absurd.

 

 

Gambar diculik dari Weheartit.

Read Full Post »

Para Pengarung

Lantai yang kami pijak terasa bergemuruh
Angin pun meniup pori-pori begitu sejuk
Pertanda kapal kecil ini mulai melarung

Padahal ombak di sana berkolong-kolong
Mengiringi mentari yang menyebar kalor
Badai dan petir pun silih berganti meneror

Tapi kapal berbahan bakar cinta ini tetap ajeg
Kami mungkin panik saat bahan bakar itu ludes
Mungkin juga menangis dan berantem

Namun kami akan lebih sering tertawa
Kami akan mendengar lagi cerita camar
dan lumba-lumba tentang para pengarung hebat

Sampai nanti salah satu dari kami mati
Dan lumba-lumba akan menceritakan kisah ini
kepada pengarung-pengarung hebat yang lain.

Indrie & Brahm

12 November 2011

Read Full Post »

Tetes Hujan

Tetes hujan selalu kurus
Mereka tidak pernah bulat seperti bola
Tetes hujan selalu lurus
Tak pernah bengkok biar angin menyenggolnya
Tetes hujan selalu punya tujuan
Mereka tahu mau mendarat di mana

Read Full Post »

Rumah Binatang

Ini adalah rumah binatang. Semua binatang berkeliaran dengan bebas, tanpa kandang, tanpa pawang.

Tidak percaya? Lihat saja. Ada cecak di dinding. Ia merayap pelan-pelan, mengintai mangsanya: seekor laron. Sekarang sedang musim hujan. Laron beterbangan mencari cahaya dan hangat. Dikerumuninya lampu-lampu di tiap rumah sampai pagi. Yang berkeliaran di dalam rumah pun banyak, dan sayapnya yang tipis itu terkadang tidak mengepak, melainkan diam, menempel di punggungnya.

Saat ini, ada seekor laron sedang memanjat dinding. Laron itu tidak menyadari ada seekor cecak sedang memata-matai dan hendak menangkapnya. Selagi ada cahaya, laron bergerak dengan leluasa. Dan selagi ada laron merayap di dinding, cecak buru-buru menyergapnya.

Satu sayap tipis nan transparan jatuh ke lantai.

Namun laron tidak lantas membuat cecak itu kenyang. Sang cecak masih kelaparan. Ketika dilihatnya ada nyamuk yang sedang terbang dekat dinding, cecak menjulurkan lidahnya yang panjang. Nyamuk itu dengan sekejap sudah ada di perutnya, membuatnya tidak bisa lagi mengisap darah manusia.

(more…)

Read Full Post »

Lebaran

Lebaran
Saya selalu pulang
Ke kampung halaman
Bukan di Padang atau Banjaran
Bukan pula Mataram atau Kalimantan

Saya pulang ke hati
Di sana menunggu Fitri
Kawan saya waktu lahir

Read Full Post »

Older Posts »