Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Patati Patata’ Category

IMG_20150924_081606

Harga bawang putih naik lagi. Bulan kemarin beli harganya masih empat ribuan. Lagi murah-murahnya. Kemarin beli lagi harganya udah naik dua ribu. Biasanya yang suka mahal bawang merah. Nggak tahu kenapa bawang putih ikut-ikutan mahal. Malah bawang merah yang sekarang lagi murah.

Jadi inget cerita bawang merah dan bawang putih. Dalam cerita itu, bawang putih jadi tokoh protagonis. Sementara bawang merah jadi antagonis. Yang bawang putih sifatnya baik-baik, suka mengalah, sabar. Kalau bawang merah suka jahat sama bawang putih.

Dengan sifatnya yang galak seperti itu, pantes kalau harga bawang merah mahal. Biar nggak banyak orang yang beli alias nggak laku. Jadi bawang merahnya kapok udah jahat sama bawang putih. Sebaliknya, harga bawang putih lebih murah biar banyak orang yang beli. Biar semua orang suka sama dia.

Tapi dengan naiknya harga, kira-kira bawang putih masih banyak penggemarnya nggak ya? Soalnya kan orang pasti mikir-mikir dulu kalau mau beli. Dan kalau harganya kelamaan mahal, bisa-bisa orang jadi nggak suka sama dia. Bisa-bisa orang malah berempati dengan bawang merah yang jadi kurang berharga.

Tapi orang juga nggak bisa mengganti bawang putih dengan bawang merah. Biarpun sama-sama bawang, fungsi keduanya beda. Bawang putih itu bumbu primer yang wajib ada di dapur karena digunakan di setiap masakan. Sementara bawang merah bumbu sekunder. Malah kalau aku, buat sop aja kadang nggak pakai bawang merah kalau kehabisan. Pakai bawang putih juga udah cukup.

Atau, mungkin bawang merah dan bawang putih lagi sama-sama menjalankan rencana terselubung mereka. Siapa tahu, selama ini bawang putih bosen dengan sifatnya yang baik dan capek karena harus menjadi bumbu wajib. Lalu, dia sepakat buat bertukar peran sama bawang merah yang juga bosen kalau harus jadi antagonis melulu dan pengin diperhatiin banyak orang. Jadi deh keduanya tuker-tukeran peran dan harga.

Hm, apapun bisa saja dijadikan alasan. Tapi yang pasti, kedua bawang itu selalu dibutuhkan. Tokoh baik-baik dibutuhkan untuk jadi panutan. Dan tokoh jahat juga dibutuhkan sebagai contoh hal-hal yang sebaiknya nggak dilakukan.

Read Full Post »

Bukan Gara-gara Hujan

payung

Beberapa hari yang lalu, adiknya mama datang. Sebenarnya sih dia suka dateng ke rumah kalo sore-sore. Tapi karena udah lama nggak mampir, jadinya aku nanya kabar dia. Katanya, dia abis diserang flu sampe pergi ke dokter.

Terus om itu cerita soal dokter yang meriksa dia. Dokter itu bilang, jangan salahin hujan kalo kena flu. Hujan itu kan cuma air. Coba aja badan kita disiram air dingin berkali-kali. Nggak apa-apa kan? Kedinginan dikit, bisa pake minyak kayu putih, pake baju anget, atau minum air anget.

Yang jadi penyebab flu itu kan virus. Nah, banyak orang yang nggak sadar soal ini. Kalo lagi di jalan terus kehujanan, mereka pake jas hujan atau payung supaya nggak kehujanan. Tapi mereka lupa nggak pake masker buat nutupin idung dan mulut mereka dari serangan virus. Yah, virus flu itu sendiri mungkin muncul salah satunya karena air hujan. Tapi hujannya sendiri nggak mengakibatkan apa-apa. Tuhan kan nurunin hujan supaya manusia nggak kekurangan air.

Jadi kalo hujan, mustinya bersyukur aja, nggak usah takut sakit. Justru yang bikin penyakit itu ya manusianya sendiri yang males hidup bersih.

Read Full Post »

tidur di hotel

Ketika kamu sedang tidur, Nak, matahari bekerja keras mengeringkan pakaianmu. Pagi-pagi bunda mencucinya dengan bersih hingga tidak lagi tercium bau ompol dan keringat. Sekarang giliran matahari yang bekerja. Ia mendorong daun-daun yang menghalangi jalan menuju tempat jemuran supaya sinarnya bisa menyentuh pakaianmu. Kalau langit cerah dan awan-awan bermain di angkasa yang sangat tinggi, pakaianmu akan kering pada siang hari. Dan kamu tidak akan kekurangan baju.

(more…)

Read Full Post »

Salah satu tulisan favorit yang dimuat di Tobucil, 16 November 2008.

Ada sebuah pertanyaan filosofis yang saya dapat dari ‘Dunia Sophie’-nya Jostein Gaarder: mengapa hujan turun? Sebelum saya beranjak ke bab ‘Aristoteles’, saya sudah tahu jawabannya yang tak kalah filosofis: supaya saya punya kerjaan daripada tidur melulu.

(more…)

Read Full Post »

Dimuat di Tobucil, 15 Maret 2009

Sebagai seorang bad driver (baca: tidak mahir menyetir), saya sering menggunakan kendaraan umum kalau bepergian dalam jarak jauh. Angkot, bis kota, kereta api, elf, atau ojek, semua rajin saya tumpangi. Yang terakhir saya coba adalah elf. Awalnya saya tidak pernah mau naik elf karena kalau melihat jalannya, jujur saya ngeri. Ngebut dan sang supir sepertinya tidak mengutamakan kepentingan penumpang. Tapi kemudian, saya sering juga naik elf ke beberapa tempat yang susah ditempuh menggunakan kendaraan umum lainnya.

(more…)

Read Full Post »

Andrea Hirata

Dimuat di blog Tobucil pada 26 Oktober 2008. Tulisan ini berkesan banget soalnya merupakan tulisan pertama saya yang dimuat di blog tersebut 🙂

***

Lantaran Laskar Pelangi meledak di bioskop-bioskop (untung tidak memakan korban jiwa), saya jadi ingat sebuah peristiwa kecil yang membuat saya menyesal.

(more…)

Read Full Post »

Packy

Dimuat di Tobucil, 10 Agustus 2009

Packy adalah ransel saya, dibeli 10 tahun lalu ketika saya baru masuk SMA. Waktu itu, fungsi Packy tidak lebih sebagai penampung buku, alat tulis, dan bekal makanan serta minuman saya ke sekolah.

Ketika saya kuliah, Packy jarang dipakai. Tapi belakangan, saya kembali menggendong Packy setiap kali pergi ke Bandung. Sebetulnya, lengan Packy terlalu besar untuk bahu saya, tapi cuma Packy yang sanggup menampung banyak barang ketika saya bepergian. (more…)

Read Full Post »

Older Posts »