Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Day-A-Rie’ Category

(Di Surabaya saya nyaris tidak pernah ngangkot. Berhubung punya suami dan anak dua, ke mana-mana naik sepeda motor atau taksi online. Kadang penasaran naik angkot sendirian di kota ini. Tapi karena ragu, jadi nggak pernah naik angkot. Makanya suka inget waktu masih lajang dulu dan suka naik angkot di Bandung. Selalu ada cerita. Salah satunya yang ini. Ini terjadi sekitar September 2009.)

Abis lebaran taun kemarin, Imel, ponakanku, dirawat di Immanuel. Setelah tiga hari dirawat, aku nengok dia ke sana.

Jarak Cicalengka- Kopo lumayan jauh. Biasanya kalo ke sana, aku naik mobil pribadi. Rutenya gampang. Dari Cileunyi masuk tol terus keluar lewat Kopo atau Mohammad Toha. Sekarang aku nggak naik kendaraan sendiri dan sempat bingung, mending naik elf sampai Leuwi Panjang, atau naik kereta. Masalahnya, aku nggak tau angkot-angkot yang ngelewatin Immanuel yang trayek mana aja. Aku jarang merhatiin angkot-angkot yang lewat sana.

Gampangnya emang naik elf jurusan Leuwi Panjang. Tapi perasaan sih dari Leuwi Panjang nggak ada angkot yang lewat Immanuel. Ada juga bis Damri. Tapi bisa nggak sih naik Damri dari terminal ke rumah sakit? Jaraknya kan nggak jauh-jauh banget. Lagian aku ragu juga mau naik elf. Nggak tau kenapa, ragu aja.

Tapi kalo naik kereta, dari stasiun hall ada banyak pilihan angkot menuju Immanuel. Aku liatnya di list rute angkot Bandung. Rata-rata dua kali naik angkot. Cuma aku ragu. Takutnya aku salah turun terus nyasar. Lagian, angkot-angkot Bandung kan suka ganti rute secara tiba-tiba.

Tapi tanteku yang tinggal di Mengger bilang, kalo mau ke Immanuel dia suka naik angkot Ciwastra-Cijerah yang warnanya abu-abu pucat. Kalo nggak salah, angkot itu lewat STSI. Kayaknya aku bakalan naik angkot itu aja deh. Soalnya itu kan udah pasti ke daerah Kopo. Aku juga udah tau kalo dari stasiun ke Bubat musti naik angkot apa.

Jadi berangkatlah aku ke Bandung naik kereta patas. Penuh banget. Kayak kereta ekonomi pas hari biasa. Namanya juga masih dalam suasana lebaran. Tapi nggak apa-apalah demi Imel. Soalnya tuh anak kondisinya sempat mengkhawatirkan. Jadi aku musti nengok.

(more…)

Advertisements

Read Full Post »

Bermain

Barusan banget main ke blognya Mas Ann. Mas Ann ini jago masak dan suka bagi-bagi resep masakan atau cerita-cerita di blognya. Dulu zaman saya masih sendiri dan rajin ngeblog, kita saling blogwalking. Sekarang karena udah punya tanggungan, saya jadi jarang ngeblog. Mas Ann juga jarang posting-posting.

Pagi ini tiba-tiba ingat blog Mas Ann. Awalnya sih gara-gara mau nulis tentang makanan buat rie.warungfiksi.net. Terus inget blog Mas Ann deh. Terus… jadi inget sedikit tentang perjalanan saya ngeblog dari tahun 2010 sampai sekarang. Dari yang tulas-tulis macem-macem, nggak penting, posting tiap hari, sampai sekarang yang sebulan sekali aja udah bagus banget.

(more…)

Read Full Post »

Harapan dari Dahan Kering

Masih ingat ini?

Beberapa waktu lalu karena kemarau menimpa tanah Cicalengka begitu kencang, nusa indah jadi mati. Daun dan bunganya layu, mengering, serta berguguran. Tapi kita masih rajin menyiram tanaman ini tiap pagi dan sore, meski tampaknya usaha kita ini sia-sia.

Ajaib, muncul tunas-tunas baru di dahannya. Warna hijaunya di dahan dan ranting yang coklat tua dan kusam seolah ngasih penyegaran dan harapan. Dan sekarang, tunas-tunas itu bener-bener keluar jadi daun. Malah ada yang warnanya kepink-pinkan, pertanda sebentar lagi bakal jadi bunga.

Tidakkah kalian memperhatikan, harapan bisa muncul di momen yang tidak terduga.

Read Full Post »

Kemarin saya pergi ke Bandung. Bukan kebiasaan saya bepergian di saat masih suasana liburan (beberapa orang sudah kembali ngantor, tapi sebagian lagi belum berhubung anak-anak belum masuk sekolah). Tapi karena kemarin itu ada keperluan yang sangat penting, bagaimanapun saya pergi. Dan destinasi saya adalah bilangan perempatan Mohamad Toha – by pass Soekarno-Hatta.

Ini bukan pertama kalinya saya harus pergi ke sana. Biasanya, dari Cicalengka saya naik elf jurusan Leuwi Panjang. Cuma satu kali naik kendaraan umum. Namun kemarin itu, ditunggu cukup lama di pinggir jalan, elf tidak juga muncul. Termasuk elf jurusan Cicaheum. Pikir saya, semua elf dialihkan ke jalan by pass Cicalengka.

Ya sudah, saya naik angkot saja menuju tol Cileunyi. Dari sana, saya tinggal naik bus Damri yang lewat tol Mohamad Toha.

Turun angkot, bus Damrinya sudah pergi. Saya akhirnya memutuskan untuk naik elf saja. Ada beberapa elf sedang ngetem. Tapi saya tidak tahu itu jurusan mana, Cicaheum atau Leuwi Panjang.

(more…)

Read Full Post »

They Just Need Water

Pernah selama beberapa hari saya tidak keluar rumah. Padahal menyiram bunga adalah tugas saya saat itu. Jadilah daun-daun ini layu.

Lekas-lekas saya menyiram tanaman ini. Beberapa saat kemudian daun-daunnya jadi tegak kembali.

Bener kan mereka butuh air?

Teman-teman, sekarang bulan puasa. Jangan lupa banyak minum ya. 🙂

Read Full Post »

12-13 Februari 2011

Dua hari yang menyenangkan 🙂

1. Talkshow “Satin Merah

Berfoto bersama Brahm (kiri) dan Jho Asyari (kanan), penyiar MGT 101,1 FM sehabis talkshow “Satin Merah”, Sabtu, 12 Februari 2011.

Pertama kalinya saya mempromosikan buku. Nervous sekaligus antusias. 😛

2. Ke Rumah Rinurbad

Kalau yang ini, saya dan Brahm berfoto bersama Teh Rini, penerjemah dan editor freelance yang juga suka menulis, Minggu, 13 Februari 2011. Koleksi buku Teh Rini banyak banget! Saya sampai ngiler melihatnya.

Yang lucu dari kunjungan ini adalah, kita bertiga sama-sama pake baju item. Padahal nggak janjian lho. 😀

Read Full Post »

KRD Ekonomi

Akhir-akhir ini saya suka senewen kalau naik KRD Ekonomi Cicalengka-Bandung. Asap rokok yang dikepulkan bapak-bapak yang tidak tahu sopan santun di depan kaum perempuan. Pernah ada yang menegur mereka. Jawaban mereka adalah, “Gimana atuh? Kenapa juga duduknya di sini?” Setan! Seolah-olah kereta itu adalah milik mereka.

Lalu cowok-cowok iseng yang entah apa kerjanya, duduk lesehan di lantai gerbong, tepat di depan saya. Mereka memang tidak mengapa-apakan saya, tapi saya sangat terganggu dengan kehadiran mereka. Menghalangi jalan, merokok seenaknya, menyiuli cewek cantik, genjrang-genjreng main gitar sambil nyanyi keras-keras.

Kemarin ketika ke Bandung, saya tidak menemukan penumpang-penumpang seperti itu lagi. Saya cuma kesulitan menyusuri gerbong dan menemukan sedikit tempat kosong untuk berdiri, karena untuk duduk rasanya tidak mungkin karena semua jok penuh. Meski begitu, saya il feel dengan kondisi kereta ekonomi. Mau turun dan ganti kereta dengan naik Patas, keretanya keburu melaju. Ditambah, tujuan saya lebih mudah dicapai dengan KRD Ekonomi. Mau tidak mau, saya terpaksa bertahan di sana sampai stasiun tujuan.

Ini berbeda dengan dua tahunan yang lalu. Saya suka naik KRD Ekonomi kalau ke Bandung. Suasananya ramai dan itu menginspirasi saya. Sekarang, yang saya lihat cuma kesemrawutan. Harga karcis yang murah dan tidak ada tindakan atau sanksi kepada mereka yang tidak membeli karcis membuat kereta ini banyak digunakan masyarakat

Demi kenyamanan, sepertinya pada kesempatan-kesempatan mendatang lebih baik saya naik kereta Patas saja.

Read Full Post »

Older Posts »